Sabtu, 03 Maret 2012
Bagaimana kisahku menjadi “Pendongeng”
Sabtu, 30 April 2011
Part of Journey
Selasa, 15 Maret 2011
Dongeng adalah sebuah bagian dari cerita ^_^
Jumat, 04 Februari 2011
Dongeng yuuuk....
Dongeng yuuuk....
sebelum 'total' mengabdikan diri (ceilee) pada pendidikan anak, saya dulu -sejak kuliah- adalah guru TPA/TPQ keliling, saya suka sekali bercerita pada anak - anak hikayat - hikayat yang ada dalam dunia Islam (cikal bakal cinta sufi), setiap kali saya bercerita, saya dapati bahwa anak se'hebat' apa pun bisa tunduk diam serius mendengarkan, ck ck ck! luar biasa ya kehebatan seni bertutur?
kemudian saya 'kecemplung' di dunia anak atas 'paksa'-an seorang teman yang datang mengajak mendirikan PAUD di daerah kami, dengan bekal 'no body' but full of 'LOVE', PeDE aja!
saya menangis di hari pertama, begitu riuhnya anak - anak yang baru datang (pssst.... jangan bilang - bilang ya!), saya masuk kantor sebelum tatap muka pertama dimulai, menangis sebentar, menguatkan azzam, bismillahirrohmanirrohiiim....
agaknya Alloh menolong saya, 2 boneka kecil yang saya kasih nama Raden dan Binti menjadi penerang hari - hari saya selanjutnya, bekal tiga suara membuat saya serasa tidak sendirian menghadapi 14 anak kala itu (sama ortu-nya, ya sekitar 30 orang lah!)
hari demi hari bergulir begitu cepat (masa' sih!), saya menemukan 'panggilan jiwa' saya, "Terimakasih kawan, meski awalnya kau paksa, akhirnya aku jatuh cinta juga...."
menggali ilmu kesana kemari, seminar kesana dan kesini, alhasil satu tahun saya bersamanya, hingga saya mencoba mengejar mimpi saya yang lain...
satu tahun yang penuh berkah, membawa saya menyadari saat Diklat di Sragen tahun 2005, saya tahu, dunia anak adalah dunia saya, saya pulang dan saya kembali pada Raudlotul Athfal yang mengenalkan saya sebagai makhlukNYA yang harus berbagi pada sesama, mulai 2006 saya 'resmi' menceburkan diri di Raudlotul Athfal Baitul Mu'minin.
perjalanan panjang saya dimulai (sangat menyenangkan rasanya), diiringi tatap mata 'penuh tanya' (dengan kata lain tidak percaya), hari - hari penuh protes dan teguran, sekolah menjadi begitu 'riuh' dan begitu 'ramai', maka ketika setiap kali saya masuk, rombongan orangtua akan berdesakan mengantri di jendela untuk mengintip apa yang dikerjakan anaknya. wow!
teguran dari 'rekan' yang bilang saya jangan keterlaluan saat bersama anak - anak sering menge-rem langkah untuk maju....
olahraga, naik turun meja dan kursi, menyelusup di bawah kolong meja, berguling berlari, bikin kotor, pantomim, main drama, semua tertawa!
'hidup' serasa berwarna!
mendongeng adalah keseharian yang saya bawa, PeDE aja, bukan!
beberapa kali mengisi di acara - acara "hari bumi", di MIN Malang, TK Muslimat NU 21, TK Sabilillah, dan beberapa tempat lain membuat saya semakin PeDe.
di penghujung tahun 2008 Alloh memberikan 'hadiah' setelah kelahiran Zakki dengan memberi kesempatan saya merasakan bagaimana menjadi JUARA I MENDONGENG se-Kabupaten. Alhamdulillah....
sempat maju ke tingkat propinsi, namun Alloh memberikan kesempatan pada saya untuk kembali belajar agar 'melihat' banyak orang yang lebih baik dan lebih berpengalaman dari saya....
pulang tanpa membawa apa - apa, tapi azzam bahwa saya harus menerbitkan buku membuat saya 'hamil besar' akan ide itu selama satu tahun.
dikirim ke banyak penerbit namun jawabannya tidak memuaskan, ya, mungkin saya masih juauuuuh dari para senior
akhirnya dengan tekad bulat hadirlah buku KUPU dan KUPI
saya bersyukur karena Alloh memberikan kesempatan pada saya untuk berkarya hingga lahirlah buku seri saya (meski masih satu yang masih berani menerbitkan secara indie), Insyaalloh jika Alloh mengijinkan, akan hadir buku - buku saya yang lain.
terima kasih kepada seluruh tim, rekan, teman, distributor free-lance, dan juga apresiator karya saya, terimakasih semua, semoga saya bisa berkarya lebih baik lagi di masa depan, amiiiin!
thanks to Alloh 4 all in my life :)
I Love To Tell Story, My Baby Loves to read
[Cinta Dongeng, Cinta Baca]
Oleh : Dewi Mora Rizkiana
Menuliskan kecerdasan si kecil serasa menemukan sebuah buku kosong yang setiap kali kita ingin mengisinya, tiba – tiba halaman demi halaman menjadi penuh. Namun saat ‘dipaksa’ untuk menuliskannya serasa semua kembali ‘kosong’ atau boleh dibilang kita menemukan ‘a new book’.
Saya suka buku, suka menulis, suka mendongeng, dan suka sekali -belajar- ‘menggambar’ -at least but not last- untuk konsumsi anak – anak dibawah asuhan saya. Saat Tuhan mengaruniakan ‘amanah’ terindahnya pada tahun 2008 tepatnya 17 September, saya menemukan ‘something’ new. Anak saya terasa begitu cepat bertambah kecerdasannya, mulai cuma bisa nangis, teriak, dan tidur, pelan namun pasti dia bisa tengkurap, duduk, merangkak, berjalan, dan sekarang sudah bisa berlari dan berkomunikasi. Subhanalloh!
Sejak awal, saya suka sekali mendongeng untuk anak saya, dan hal itu terbantu dengan adanya buku – buku untuk balita -yang kadang- saya buat sendiri. Pada awalnya anak saya cuma suka memegang, merebut, dan melempar, namun saya pantang menyerah, saya lebih suka -nantinya- anak saya akan menjadi kutu buku daripada TV-mania (meski bukan antipati, karena ada banyak program anak – anak yang saya ikuti cukup bagus di beberapa stasiun TV).
Tahapan ‘perkenalan’ anak saya dengan buku :
1. Awal saya kenalkan buku pada anak saya sejak di kandungan, dari inspirasi yang saya dapatkan saya menuliskan naskah – naskah dongeng yang saya dongengkan untuk anak – anak di bawah asuhan saya.
2. Dalam setiap dongeng yang saya ceritakan, suara masing – masing tokoh selalu saya bedakan, dengan intonasi naik turun dan ekspresi sesuai situasi dan kondisi alur cerita.
3. Beberapa hari setelah dia lahir saya suka menceritakan tentang kisah – kisah inspiratif kepadanya.
4. Usia 1 bulan saat dia bisa mengangkat kepalanya saya ‘kenalkan’ dengan buku sebenarnya, dia tersenyum melihat -meski tak sepenuhnya paham-, tapi saya berprasangka baik dia suka.
5. Setelah dia bisa memegang, saya berikan buku padanya, dan dia mulai bersahabat.
6. Setelah dia duduk dan merangkak, dia mulai bisa meraih buku kesukaannya, meski sebatas dilihat, dipegang, dan bahkan dilempar.
7. Usia 1 tahun, saat dia mulai bisa berjalan, hal yang membuat saya ‘surprise’ adalah saat ia membawakan buku kesukaannya ke depan saya dan membuka, serta menunjuk gambarnya sambil berkata ‘tu’ berkali – kali.
8. Hal lain yang saya lakukan adalah mengajaknya ke toko buku sejak dia masih bayi, ke pameran – pameran buku, dan berusaha membelikannya sebuah buku untuk dibacakan kepadanya.
9. Saat anak saya berusia 14 bulan, saat saya bilang ‘sayang, tolong ambil bukumu, ayo kita baca bersama….” Dengan bergegas dia akan mendapatkan bukunya dan duduk di depan saya, membukanya dengan semangat dan menunjuk – nunjuk gambar sambil berkata ‘tu tu tu!’. Terkadang saat dia membaca bagian dimana disitu ada anak yang bersahabat dengan binatang, dia akan mengelus – elus bukunya seperti biasa saya ajarkan. Lucu sekali!
10. Sekarang anak saya berusia 15 bulan, dia suka membawa buku apa saja ke depan saya dan mengulurkannya dengan harapan saya akan membacakan buku itu untuknya meski hanya satu kata. Seumpama saya tak memperhatikannya dia akan ngambeg sampai saya membacakan buku itu untuknya.
Saya percaya setiap anak memiliki begitu banyak kecerdasan yang bisa diasah oleh kita sebagai orangtua. Dan kecerdasan anak tidak bisa dibandingkan satu dengan yang lain karena mereka memiliki ‘keunikan’ tersendiri.
Ada sebuah kejadian lucu saat saya sekeluarga mengurus paspor ke kantor imigrasi, si kecil yang suka berlarian melihat pamflet di sekitar loket ruang tunggu, dia menunjuk apa saja dengan isyarat ingin dibacakan, jadilah kami keliling dan saya bacakan setiap kata yang ditunjuknya.
Hanya do’a beserta harap dalam setiap aktivitas saya sebagai bunda, semoga kelak si kecil menjadi manusia yang berguna bagi lingkungan sekitarnya, minimal untuk dirinya, amiin….
(diikutsertakan dalam lomba "Cinta Dongen, Cinta Baca")
Diposkan oleh Komunitas Peduli Media (Hiburan) Anak pada 19:09
tag: artikel, cinta dongeng cinta baca

