Selasa, 15 Maret 2011

Dongeng adalah sebuah bagian dari cerita ^_^


Dongeng adalah sebuah bagian dari cerita ^_^

Pulang sekolah ada latihan tari di Basecamp IGRA kecamatan Singosari, maka dengan membonceng zakki, saya pun meluncur kesana, disambut sepeda motor bu Qom sementara orangnya tak ada, kata penjaga yang biasa memegang kunci, Bu Qom masih ke pasar. Ya, letak basecamp kami memang dekat dengan pasar singosari.

Bu Khusni muncul dengan Bu Nur, tak lama bu Qib, disusul Bu Qom yang sudah membawa tahu kempos dua kresek  besar, kemudian Bu Ifah dan Bu Ika, maka perhelatan latihan tari “Persembahan Anak” pun dimulai. Tahu tidak kawan – kawan! Salah satu aktivitas yang paling saya takuti dari dulu adalah menari, tapi gandeng jadi guru RA, maka apa pun dilakukan, jadi multi talenta kaya’nya sekarang J.

Ya ya ya, bagaimana kita akan mengajari anak – anak menari kalau kita tak mampu, mampu karena mau, mau karena tak tahu malu! Hahahaha! Astaghfirullohal ‘adhiiim….

Dua kali episode dilalui, kami pun beristirahat, seorang teman nyelutuk, “Bu, apa sih bedanya dongeng sama cerita?”

Hwalah! Itu kan pertanyaan yang sudah lama mengendap di kepala dan belum nemu muara hingga saat ini. 

Diam tercenung. “Ayo, Bu! Terangin ke kita, kita ada tugas bahasa Indonesia buat presentasi besok!”

Jadi ingat “kecelakaan” pertama kali yang membuat saya menjadi “pendongeng” (versi saya sih! Hehehe!)

Saya bukan sarjana bahasa Indonesia, saya adalah sarjana teknologi pertanian yang jatuh cinta pada dunia anak dan akhirnya memutuskan untuk berkecimpung dalam dunia anak dengan segenap pernak perniknya. 

Tahun 2004 tepatnya secara “sadar” mulai berenang di dunia anak – anak dengan berdirinya play group AL-USWAH Singosari, membantu teman dengan daya dan upaya agar generasi Islami terbentuk dengan bagus di masa datang. Berjumpa dengan sesosok perempuan yang “Inspiring” buat saya - Bu Qonita Tajudin -  (maturnuwun Bu atas Inspirasinya), membuat saya “bertekad” untuk mendalami dunia anak meski harus “otodidak”.

Mulailah saya mengelola dua karakter suara andalan saya, jadi saya punya tiga suara saat mengajar, cara cerdas buat saya yang masih setengah buta dengan dunia pra-sekolah. Karena saat melihat anak mulai “meleng” satu suara lain saya keluaarkan hingga anak – anak berkonsentrasi kembali pada saya, hehehe!

Rasa “penasaran” pun mulai menimpa saya, akhirnya saat yang saya tunggu – tunggu tiba, ada lomba dongeng se-jatim yang mengadakan radio RRI Malang menyambut bulan bahasa bekerjasama dengan anak sastra UM (apakah sampai saat ini even itu masih ada? Allohu a’lam J - barangkali ada yang kasih info buat saya, karena sampai saat ini saya ingin sekali ikut even seperti itu, untuk men-”ngangsu kaweruh” dari teman – teman lain, belajar dengan melihat sepertinya hal yang sangat menyenangkan!)

Technical Meeting saya tak dating karena berbarengan dengan acara lain yang most important, saya hanya dapat info, saya tampil tanggal sekian jam sekian siaran langsung! Wuhuiiii….

Maka berangkatlah di hari H, dag dig dug! Pastinyaaaaa….

Melenggang sukses dengan dongeng (menurut saya kala itu) dengan judul “Kalung Mutiara Farah”, ini cerita kiriman teman dari Jakarta namanya Mbak “Auliya Syafril” lewat email duluuuuu…..

Setelah keenam peserta tampil, kami pun digiring ke sebuah ruangan untuk sebuah “evaluasi”, kata kak juri (maaf banget lupa namanya) bilang, “Untuk ekspresi, intonasi, perbedaan karakter suara, gaya bertutur, dan segala macamnya kamu bagus, well done!”

Melayang kali yaaaaa….
“But!”
Tep! Gedebug! Glodhag! Jatuh deh ke bumi!
“Kamu diskualifikasi, karena yang kamu bawakan adalah cerita!” lanjutnya.
Innalillahi wa inna ilaihi roji’uuuuuun…..

Satu “pelajaran” yang saya dapat saat itu (2004) adalah, cara saya menyampaikan sebuah cerita atau dongeng sudah benar, hanyaaaaaa…. Belum menemukan “Momen” yang tepat!

Tahun 2005 sepulang dari mengejar mimpi yang tak mungkin ter-“raih”, maka saya kembali ke kampong halaman dan memantapkan diri untuk mengenal dunia pra sekolah lewat LPGTKIT Insan Mandiri, maka sekali lagi ada cara “mendongeng” dalam selipan materi pembelajaran, mulailah saya mengembangkan beberapa karakter suara lain, semacam ayam dan binatang lain.

2006 mengabdikan diri di Lembaga tempat pertama kali mengenal pendidikan, RA BAITUL MU’MININ, tempat dimana saya mulai mengenal dunia pra-sekolah, karena menurut pendirinya, “Karena saya-lah, maka RA BAITUL MU’MININ lahir!” – jadi sedikit terbebani untuk mengembangkannya agar “sejajar” dengan TK/RA lain di sekitarnya J.

Mengasah segala kemampuan mulai dengan belajar menggambar (karena gambar saya dari SD sampai SMA paling banter dapat 80, itu pun satu atau dua kali, paling banyak 75! Pas!), ikut lomba gambar seri dapat harapan III di kecamatan, dst dst dst, Alhamdulillah….

Dan berlari-lah waktu dengan cepat sekali hingga tahun 2008, momen yang saya tunggu datang, saya mengikuti babak penyisihan kecamatan untuk lomba dongeng guru RA dalam rangka HAB DEPAG, lolos maju ke Kabupaten, segala daya upaya saya kerahkan, daaaaannn….

Alhamdulillah, apresiatif! Dengan Dongeng “Aku senang Sekolah” diramu lagu dan tepuk serta yel – yel. Saya dapat juara I dan berhak maju ke Propinsi….

Berangkat-lah saya ke propinsi, bagi saya dongeng adalah alat komunikasi dengan anak – anak, menanam sebuah nilai tanpa mereka sadar, merekam sebuah pelajaran tanpa merasa dipaksa, dan sekali lagi saya tertegun.

Pendongeng yang menyabet juara I hingga harapan III adalah mereka yang asyik dengan dongengnya! Bukan saya menyalahkan juri, bukan! Saya hanya perlu mengkoreksi kembali pemahaman saya, berarti ada yang saya missed understand! Kenapa? Saat kita benar – benar praktek mendongeng, maka aka nada banyak celoteh anak yang harus kita perhatikan, dan tanpa merusak cerita harus dialihkan entah dengan tepuk atau lagu yang sesuai dengan tema. Ramuan itu yang sudah berkali – kali saya praktekkan ke anak – anak pra-sekolah (hehehe! Sekali lagi “ala” saya ^_^).

Pelajaran yang saya dapat (2008) adalah, ada banyak pendongeng di luar sana yang luar biasa, tapi saya harus punya “warna” saya sendiri, mulailah “hamil ide” ^_^

Dan ada banyak hal terjadi hingga tahun 2011 ini, ada even dongeng kecamatan yang seorang teman mengompori agar saya ikut lagi, akhirnya saya pun ikut, selesai dengan tampilan saya, “How did the Egg become a chicken!” dimana ada sedikit dialog antara induk ayam dan Dori, maka saya pun harus puas dengan nomor dua.

Kata juri, “Yang saya sesalkan, kenapa Dori harus bicara sama ayam?”
Deg! Ooooo…. Ada yang salah lagi dalam pemahaman saya?

Bukan – bukan nomor berapa-nya yang saya permasalahkan, akan tetapi ada beberapa hal mendasar yang ingin saya ketahui, dan kelak semoga dapat saya kupas lebih lanjut (amiiiin….)

Yang sangat mengganggu adalah :
1.     Apa beda dongeng dengan cerita, karena bagi saya dongeng adalah bagian dari cerita, adakah yang bisa memberikan penjelasan ini? Literasi mana yang harus saya baca?
2.      Apakah dalam dongeng tidak boleh terjadi dialog antara ayam dengan manusia, ikan dengan manusia, atau benda dengan manusia?
3.      Pakem dongeng itu seperti apa sih?

Sepertinya kesimpulan sementara saya masih tetap, karena saya bukan sarjana bahasa, saya hanya bisa bilang dongeng adaalah bagiang dari cerita, kesemuanya adalah seni bertutur yang mencoba member gambaran sebuah peristiwa yang mengandung nilai dan pelajaran di dalamnya, sepakat atau tidak?!






Jumat, 04 Februari 2011

Mimpi itu bernama Sertifikasi


Sertifikasi? Oalah, sertifikasi ?!
Penulis : Dewi Mora Rizkiana, S.TP (pengasuh RA BAITUL MU’MININ)

Setiap guru sekarang punya mimpi, siapa pun mereka punya mimpi agar hidup mereka lebih sejahtera, dan itu sudah digaungkan pula oleh pemerintah lewat sertifikasi. Meskipun alur sertifikasi tak begitu kami pahami (sebagai guru), maka kemana kami harus mencari tahu? Jawabannya adalah www.sertifikasiguru.orgdari sana banyak yang saya temukan.

Hari Jum’at tanggal 29 Januari 2011, kami mendapat undangan untuk pengarahan karena ‘syahdan’ kami masuk kuota sertifikasi lewat DIKNAS, maka kami pun datang untuk memenuhi undangan itu. Di absen jelas tertera namaku dan juga unit kerjaku. Tidak salah! Tapi serasa ada yang kurang pas!

Pengarahan berlangsung dan kami harus mengumpulkan berkas awal paling lambat senin 1 Pebruari 2011 jam 11 tepat. Polemik dimulai saat NUPTK semua teman guru TK yang lain bisa di-print di DIKNAS, kami berempat yang dari RA tak bisa di-print, kata mereka NUPTK kami tidak ada. Alhasil, nasib kami pun tak jelas, sambil menunggu petunjuk lebih lanjut, maka kami pun tetap memenuhi persyaratan untuk mengumpulkan berkas awal. SK awal dan akhir, fotokopi NUPTK punya kami (yang sudah kami pegang sejak lama), ijazah terakhir, dan surat pernyataan mengajar.

“Nanti kami kabari setelah kami mendapat petunjuk lebih lanjut,” kata seorang pengawas TK/SD.

Kami pun pulang dari UPTD sambil kembang kempis harapan kami tentang sertifikasi. Sesampainya di rumah aku browsing mencari apa dan bagaimana sertifikasi, hampir semua yang ada dalam berita adalah sertifikasi yang diselenggarakan DIKNAS, mana yang dikelola KEMENAG?

Khawatir salah persepsi, dan sudah ada teman yang menulis di wall-q bahwa aku masuk kuota sertifikasi, akhirnya aku pun menanyakan kesana kemari. Alhasil, banyak yang bilang kalau dibawah bimbingan KEMENAG ya lewat KEMENAG.

Aku dan teman – teman masih menunggu, sebenarnya aku sudah hampir 90% yakin kami tidak akan diproses, karena alasan paling kuat adalah surat edaran bersama DIKNAS dan DEPAG tahun 2007.

Angin berhembus, siang tadi 2 Pebruari 2011, seorang teman sms, “Kita tidak akan diproses karena kita dari RA.”

Aku tersenyum, ada sedih dan kecewa, ada mimpi yang harus terbang kembali sebelum memijak bumi, tak apa-lah, aku harus bersabar untuk sebuah mimpi yang belum bisa kuraih.

Seorang teman berkata, “Kita syukuri saja, memang bukan rejeki kita, kalau pun harus mundur, tak perlu kita keluar dari IGTKI, karena nanti kalau ada bantuan atau insentif dari Bupati kita akan semakin repot!”

Aku tercenung, bukan karena masalah gagal melanjutkan proses, kalau itu aku sudah paham sekali, setelah beberapa hari browsing dan mengenali sedikit keruwetan perkara sertifikasi, maka ada keruwetan baru yang muncul dalam pemikiranku. Lha kalau antara RA dan TK sudah jelas berbeda, maka kenapa laporan bulan kami tetap harus ke UPTD KEMENDIKNAS? Apakah IGRA merupakan bagian integral IGTKI yang tak bisa berdiri sendiri? Ataukah sebenarnya IGRA setara dengan IGTKI?

Tambah ruwet saja rasanya. Namun yang pasti kemana kami mencari informasi tentang sertifikasi agar kami tak saling berpaling karena miss link!

Semoga tulisan ini menjadi cermin untuk siapa pun sehingga dapat berkaca lebih jelas, dan bagi yang berkepentingan mohon memberikan penjelasan sejelas – jelasnya kepada kami. Terimakasih untuk hikmah ini.

Mantra mantra


Mantra sakti, jampi jampi hati!

by Dewi Mora Rizkiana on Wednesday, February 2, 2011 at 2:25pm

Sekadar meneruskan info ya.
Untuk keterangan lebih lanjut, silakan klik:

Mantra sakti, jampi – jampi hati!
Setiap pagi, bergelut dengan kesibukan pagi, dapur I’m coming! Cuci piring, masak nasi, goreng telor, atau bikin kopi, hmmmm….

Rutinitas pagi.

“Nda, aku bangun!” sapa jagoan kecilku kala dia bangun dengan segala kelegaan hati.

Bergegas kupeluk dia, sambil membisikkan “I love you, Nak! Bantu Bunda dengan bersikap baik….”

“He’eh!” tandasnya dengan sangat tegas. Maka pagi pun bergulir ceria….

Namun segala sesuatu itu tak selalu sesuai dengan rencana kita, adakalanya dia bangun dengan segala keresahan dan kegelisahan yang ditandainya dengan tangisan keras dan sikap destruktif, maka jampi – jampi hati pun harus segera dinyanyikan.

Mantra sakti!
(pake lirik lagu naik – naik ke puncak gunung)
(Alloh Alloh Allohu Akbar!
Alloh yang Maha besar!) 4x

Maka pagiku pun tenang kembali bersama jampi – jampi hati. Harapanku setidaknya dalam kondisi apa pun sebagai bunda kuterus ingat tugasku adalah memuliakan titipan Alloh yang dipercayakan padaku. Semoga! Amiiin….

Lomba Cinta Sejati

Lomba Cerpen Cinta Sejati Deadline: 18 FEBRUARI 2011

by Dewi Mora Rizkiana on Monday, January 31, 2011 at 1:01pm


Persyaratan peserta:

1. Peserta berkewarganegaraan Indonesia (WNI)


Ketentuan tulisan:

- Tema tulisan,pilih salah satu:

1.Cinta tak Kenal usia,pekerjaan ataupun pangkat

2.Untuk apa Cinta itu?

3.Cinta itu Buta

- Panjang tulisan antara 1000-1500 kata

- Posting / copy paste materi lomba, lalu tag TEMAN-TEMAN KALIAN SEBANYAK-BANYAKNYA.

- kirim tulisan kalian ke andi.triyuwono@yahoo.com (sertakan nama lengkap,nama akun fb, alamat, no telpon yang bisa dihubung di akhir cerpen) dengan SUBJECT: LOMBA CERPEN CINTA SEJATI paling lambat tanggal

18 FEBRUARI 2011 pukul 12.00 sudah harus sampai di panitia.

- Masing-masing peserta boleh mengirim karya lebih dari 1.

- Peserta wajib menuliskan tema (HANYA MENYEBUTKAN TEMA) apa yang diambil dalam karya cerpennya


Hadiah:

- Uang tunai senilai Rp.200.000 (untuk 1 orang pemenang)


Pengumuman Pemenang tanggal 21 Februari 2011

Juri:

-Andi Triyuwono-Penyelenggara (add dulu ya!)

-Mas Ahmad-Penulis Serial Cinta itu Buta


Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat.

Kalau ada pertanyaan,silahkan :D...,Ke link penyelenggara ya! berikut linknyahttp://www.facebook.com/?ref=home#!/note.php?note_id=178253365545823&id=100001048303652

ditunggu karyanya ya..,

Ceritakan tentang Kehamilanmu

Lomba menulis "Kehamilan yang menakjubkan"

by Dewi Mora Rizkiana on Sunday, January 30, 2011 at 4:52am


LOMBA MENULIS 2011 'KEHAMILAN YANG MENAKJUBKAN'

KEHAMILAN BAGI PEREMPUAN YANG SUDAH MENIKAH ADALAH SESUATU ANUGRAH MENAKJUBKAN SERTA LUAR BIASA YANG DIBERIKAN ALLAH KEPADANYA. TENTUNYA DALAM MENJALANI KEHAMILAN TERSEBUT, BANYAK HAL YANG MENAKJUBKAN TERJADI. MULAI DARI AWAL MENGETAHUI KEHAMILAN, KEMUDIAN PERUBAHAN FISIK, PERUBAHAN EMOSI, SAMPAI PERUBAHAN SIKAP YANG BISA JADI MENJADI “BAWAAN” ATAU NGIDAM SELAMA KEHAMILAN. SEMUANYA AKAN MENJADI KISAH YANG SELALU MENAKJUBKAN UNTUK DI INGAT


Buatlah tulisan mengenai pengalaman selama menjalani kehamilan. Baik pengalaman selama kehamilan tersebut membahagiakan, menyenangkan, atau bahkan menyedihkan. Namun hal itu semua menjadi warna-warni membuat kehamilan yang di jalani menakjubkan dan mempunyai kesan tersendiri bagi anda dan bisa menjadi inspirasi dan pelajaran penting bagi para pembacanya kelak.

Yuk, Ekspresikan semua ungkapan kata hatimu lewat lomba menulis pengalaman“Kehamilan yang Menakjubkan”.


Syarat dan ketentuan :

1. Tulisan yang dibuat berdasarkan pengalaman nyata dengan tokoh diri sendiri, pasangan istri, atau yang lainnya. Tulisan pengalaman kehamilan tersebut, bisa ditulis berdasarkan kejadian pengalaman kehamilan yang sedang dijalani sekarang ataupun bisa juga pengalaman hamil yang pernah di alami.

2. Tulisan dibuat dalam bentuk file Words huruf Times New Romans ukuran 12. Spasi 1,5. Maksimal 3 halaman.

3. Kirim tulisanmu ke alamat email tim juri lomba menulis pengalaman “Kehamilan yang menakjubkan” ke : timlombamenulis@yahoo.com dan cc ke :aryamandira39@yahoo.com beri subjek : Kehamilan Menakjubkan

4. Sertakan pula biodata penulis yang terdiri dari: nama lengkap , nama FB/ Blog, email, alamat lengkap dan nomor telpon.

5. Batas pengiriman surat tgl 31 Maret 2011

6.Peserta wajib memposting informasi lomba ini di blog atau fb masing-masing dengan mentag Tri Wahyuni Rahmat, serta 25 teman lainnya. Yang memposting di blog dipersilahkan memberikan link/tautan postingan tema lombanya pada wall facebook Tri Wahyuni Rahmat. Buat setingan postingan untuk umum/everyone.


H a d i a h

Juara 1. Uang sebesar Rp. 500.000 + sertifikat

Juara 2. Uang sebesar Rp.300.000 + sertifikat

juara 3. Uang sebesar Rp. 200.000 + sertifikat


Akan di pilih tulisan yang di anggap menarik oleh tim penyelenggara, dan apabila tulisan tersebut memenuhi persyaratan, maka akan dibukukan oleh yang di editori oleh Sari Azis (editor dan penulis) .


Naskah tulisan yang masuk akan menjadi milik penyelenggara dan Keputusan Juri tidak dapat di ganggu gugat.


Lomba Sastra

lomba 2011 : Sayembara Menulis Cerpen Forum Sastra Bumi Pertiwi Tingkat Nasional 2011

by Dewi Mora Rizkiana on Tuesday, January 18, 2011 at 4:07pm


Sayembara Menulis Cerpen Forum Sastra Bumi Pertiwi Tingkat Nasional 2011

Dead Line 25 Maret 2011


Syarat lomba :

1. Peserta adalah warga negera Indonesia tanpa batasan usia

2. Naskah berbahasa Indonesia, diketik di kertas kuarto, spasi ganda, font Times News Roman ukuran 12

3. Panjang naskah 4-8 halaman, margins 3 cm

4. Naskah harus asli, bukan terjemahan, saduran atau hasil plagiat

5. Tema bebas, namun diharapkan mengandung manfaat/ pesan moral bagi pembaca

6. Naskah belum pernah dipublikasikan di media manapun dan tidak sedang diikutsertakan dalam sayembara lain

7. Sertakan sinopsis cerpen di halaman terpisah, maksimal 150 kata

8. Setiap peserta boleh mengirimkan lebih dari satu cerpen

9. Setiap naskah diberi judul, nama penulis, biografi singkat penulis, no hp, email dan alamat rumah

10. Setiap cerpen/setiap judul naskah yang diikutsertakan wajib membayar uang pendaftaran RP 10.000,- (uang ini nantinya akan digunakan untuk pembuatan antologi dan sebagian disumbangkan untuk membantu korban bencana alam)

11. Uang pendaftaran ditransfer ke Bank BRI No Rekening : 5412-01-013576-53-1 a/n Abdur Rahim

12. Bukti transfer discan atau difoto, lampirkan beserta naskah cerpen, lalu kirim ke email: fsbp@ymail.com cc : fsbp2@yahoo.co.id

13. Format subject (FSBP-Nama Penulis-Judul Naskah). Contoh: FSBP-Kurniawan-Senja

14. Karya peserta diterima panitia paling lambat tanggal 25 Maret 2011

15. Pemenang diumumkan pada tanggal 25 Mei 2011 di blog FSBPhttp://forumsastrabumipertiwi.blogspot.com atau Facebook : Fs Bumi Pertiwi dan Forum Sastra Bumi Pertiwi

16. Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat


Hadiah:

Ø Pemenang 1 uang tunai Rp 3.000.000,- + piagam penghargaan + antologi cerpen pemenang

Ø Pemenang 2 uang tunai Rp 2.000.000,- + piagam penghargaan + antologi cerpen pemenang

Ø Pemenang 3 uang tunai Rp 1.000.000,- + piagam pengahrgaan + antologi cerpen pemenang

Ø 20 pemenang harapan mendapat piagam penghargaan + antologi cerpen pemenang


Contact person: Abdur Rahim (085767601378)


LOMBA BOBO

Lomba Dari Majalah BOBO

by Dewi Mora Rizkiana on Tuesday, January 18, 2011 at 3:56pm


Lomba Cerpen Oleh Guru 2011 (31 maret)


Ibu-Ibu Guru dan Bapak-Bapak Guru yang kami hormati!


Menyambut Hari Ulang Tahun Ke-38 Majalah Bobo, tanggal 14 April 2011 nanti, Majalah Bobo kembali menyelenggarakan Lomba Mengarang Cerpen oleh Guru. Kami mengundang Ibu dan Bapak Guru sekalian untuk ikut serta dalam lomba ini.

Majalah Bobo berharap, karya Ibu dan Bapak Guru bisa memberikan hiburan, sekaligus panduan nilai moral kepada anak dalam kehidupan sehari-hari. Tema cerpen bebas. Boleh tentang apa saja. Yang penting cerita itu indah, menarik, dan sesuai untuk anak.


Untuk teman-teman pembaca Bobo, tolong, sampaikan pengumuman ini kepada Ibu dan Bapak Guru di sekolahmu, di sekolah temanmu, atau di sekolah saudaramu. Terima kasih, ya!


Syarat Lomba

  1. Lomba ini untuk para guru.
  2. Naskah ditulis dalam Bahasa Indonesia yang baik dan benar.
  3. Naskah harus asli, bukan terjemahan, saduran, atau mengambil ide dari karya lain yang sudah ada.
  4. Naskah belum pernah diterbitkan di media massa, (cetak maupun elektronik), dan tidak sedang diikutsertakan dalam lomba lain.
  5. Tema bebas, asalkan sesuai untuk anak.
  6. Atas karya yang menang, Redaksi Bobo berhak menerbitkannya di Majalah Bobo, mengumumkan/memperbanyak, dan mewujudkannya kembali dalam format digital maupun non digital yang tetap merupakan bagian dari Majalah Bobo.
  7. Atas naskah yang tidak menang lomba tetapi memenuhi syarat untuk diterbitkan, Redaksi Bobo berhak menerbitkannya di Majalah Bobo, mengumumkan/memperbanyak, dan mewujudkannya kembali dalam format digital maupun non digital yang tetap merupakan bagian dari Majalah Bobo. Penulis akan mendapat honor atas pemuatan naskah tersebut.
  8. Naskah yang masuk menjadi hak Redaksi dan tidak dikembalikan.
  9. Keputusan juri mengikat dan tidak bisa diganggu gugat.
  10. Hadiah untuk pemenang sudah termasuk honorarium pemuatan di Majalah Bobo maupun segala alih bentuknya.

Ketentuan Teknis

  1. Setiap peserta boleh mengirimkan lebih dari satu naskah cerpen.
  2. Naskah diketik di kertas berukuran folio dengan jarak 2 (dua) spasi. Panjang tulisan maksimal 3 halaman.
  3. Lampirkan di setiap naskah: biografi singkat penulis, surat keterangan dari Kepala Sekolah serta cap sekolah, fotokopi KTP, nomor telepon rumah/hp, nomor rekening bank, dan selembar foto terbaru ukuran kartu pos (3R).
  4. Naskah dimasukkan ke dalam amplop. Tuliskan: Lomba Mengarang Cerpen Anak oleh Guru di sudut kiri atas amplop.
  5. Karya dikirimkan ke: Panitia Lomba Mengarang Cerpen Anak oleh Guru, Redaksi Majalah Bobo, Jl. Panjang No. 8A, Jakarta 11530.
  6. Karya peserta diterima panitia paling lambat pada tanggal 31 Maret 2011.


Hadiah:

  • Juara I: Rp8.000.000,00 (delapan juta rupiah)
  • Juara II: Rp6.500.000,00 (enam juta lima ratus ribu rupiah)
  • Juara III: Rp5.500.000,00 (lima juta lima ratus ribu rupiah)
  • 10 (sepuluh) pemenang harapan, masing-masing berhadiah Rp1.000.000,00.
  • (satu juta rupiah)


Lain-Lain:

  1. Pengumuman Pemenang akan dimuat di Majalah Bobo No. 5/XXXIX, yang terbit tanggal 12 Mei 2011.
  2. Hadiah akan dikirim melalui transfer lewat bank.
  3. Pemenang akan mendapat surat pemberitahuan langsung dari Majalah Bobo, dan tidak melalui agen/perantara lain.
  4. Waspadalah dengan penipuan yang berkedok ingin membantu/mengurusi pemenang. Jangan pernah melayani permintaan transfer uang sedikit pun. Kalau ada hal yang mencurigakan, segeralah menelepon Redaksi Majalah Bobo: (021) 5330150, (021) 5330170, pesw. 33201, 33206.

Sumber : http://animanga-oushiza.blogspot.com/2011/01/lomba-cerpen-oleh-guru-2011-31-maret.html